Minggu, 19 Januari 2014

CERPEN: Masih Cinta

Diposting oleh Riza Aftasony di 20.00 0 komentar
Malam hari di sebuah Cafe di Kota Bogor, seorang gadis berkulit putih, berkaca mata, dan berambut panjang tengah sibuk dengan tumpukan kertas dan laptop yang sedari tadi berada di depannya. Sesekali gadis itu melepas kaca matanya dan menyeruput cokelat panas yang masih mengepul.
" Hai, Lizara? "
Sapa seorang laki laki berjas hitam. Tampak seperti eksekutif muda. Muda, tampan dan kaya.
Gadis yang dipanggil pun menoleh, ya gadis itu bernama Lizara. Ia memperhatikan seseorang yang memanggilnya. Detik kemudian ia tersenyum. Ada kelegaan yang terpancar dimatanya setelah ia yakin dengan sosok yang memanggilnya itu.
" Hai, Arias... apakabar? Sudah lama ya tidak bertemu "
" Boleh aku duduk disini? "
" Tentu silahkan "
Lizara dan Arias adalah teman satu SMA. Mereka saling mencintai tetapi tidak pernah jadian. Satu sekolah juga tahu Lizara dan Arias saling mencintai. Pun satu sekolah juga keheranan mengapa pasangan serasi itu tak kunjung jadian. Lizara yang cantik dan Arias yang manis. Sampai pada saat kelulusan sekolah, Arias dan Lizara masih diam. Seusai wisuda Arias dan Lizara hanya saling menatap dan melempar senyum dari kejauhan. Meskipun begitu Lizara menyadari ada air mata di sudut matanya. Menyadari Arias akan pergi jauh ke luar negeri adalah suatu kenyataan pahit baginya. Jauh didalam lubuk hati Lizara, ia ingin mendengar Arias mengatakan sesuatu padanya. Sejak lambaian tangan Arias saat itu ia tak pernah lagi bertemu Arias.
Bagi Lizara dan Arias, bertemu dengan tidak sengaja di sebuah cafe seperti ini adalah keberuntungan luar biasa. Delapan tahun tidak bersua benar benar menimbulkan kerinduan yang tak terkira. Kebahagiaan itu terpancar begitu saja dari empat bola mata yang saling bertatapan itu.
" Lizara, apakah kamu masih sendiri? Jujur saja aku berharap kamu masih sendiri "
Lizara tersenyum.
" Sebenarnya aku menunggu seseorang yang dulu pernah melambaikan tangan padaku selesai acara wisuda itu "
Lizara dan Arias saling melempar senyum.
" Baiklah, besok aku dan orang tua ku akan datang melamar mu, ngomong ngomong kamu nggak pindah rumah kan Lizara? "
20 januari 2014
11.00

Selasa, 14 Januari 2014

Kutipan Drama Korea Playfull Kiss (Spesial)

Diposting oleh Riza Aftasony di 08.48 0 komentar
" Aku akan melakukan yang lebih baik lagi besok " - Oh Ha Ni

" Kau memikirkan semua itu dengan mulut mu " - Baek Seung Jo

" Memangnya duduk disitu bisa menyelesaikan masalah? " - Baek Seung Jo

" Salahmu sendiri kau pergi ke Amerika. Bagaimana bisa kau  pergi jauh dari orang yang sangat kau sukai, kalau aku jadi kau, aku tak akan pernah meninggalkannya ke Amerika. Kemana ku bisa pergi kalau Baek Seung Jo ada disini? Bagaimana aku bisa pergi? Aku tak dapat membayangkannya. Sehari tak melihat Seung Jo rasanya aku bisa mati. Aku benci sabtu, minggu dan hari libur karena aku tak bisa bertemu Seung Jo. Dapatkah kau merasakan perasaan itu? " - Oh Ha Ni

" Itu dia, alasan kenapa aku tertarik  pada Ha Ni, kekuatan cinta yang dimilikinya sehingga ia tidak dapat menahan rasa cemburunya. Aku menyukai kekuatan itu. " - Baek Seung Jo

"  Hey kau gadis tak tahu malu. Aku memilihmu. Baek Seung Jo memilih Oh Ha Ni. Kau satu-satu nya bagi ku " - Baek Seung Jo

" Aku akan menjaga kamarmu  24 jam sehari sampai kau sembuh total. Aku akan menjadi tangan dan kaki mu " - Oh Ha Ni

" Semua orang berharap pada mu, jadi kau tak boleh sakit lagi. " - Oh Ha Ni

" Maafkan aku... aku sudah berusaha, tapi aku tak mengerti, kenapa aku tetap saja membuatmu kecewa. Sekuat-kuatnya aku berusaha, aku tak memenuhi syarat menjadi istrimu. " - Oh Ha Ni

" Baiklah aku minta maaf, kalau begitu aku juga sama. Aku tak dapat melindungimu waktu kau jatuh. Itulah kenapa aku berada di kamar ini sekarang. Apakah itu artinya aku tak memenuhi syarat menjadi suami mu? " - Baek Seung Jo

" Jangan pernah bercanda yang berbahaya begitu lagi ya " - Baek Seung Jo

" Gadis mana yang tidak suka bunga? Semua wanita bermimpi menerima sesuatu seperti itu dari orang yang mereka cintai "   - Oh Ha Ni

" Aku ingin memberikan kejutan pada mu. Tapi kue nya berantakan dan bunga yang ku beli hanya tersisa satu. Pukul  23.59, ini masih ulang tahun mu Ha Ni. " - Baek Seung Jo

" Maafkan aku, aku bahkan tidak menyadari apa yang kamu rasakan. " - Oh Ha Ni

Selasa, 14 Januari 2014
Home sweet Home~


Jumat, 10 Januari 2014

Kutipan Film & Novel ALEXANDRIA

Diposting oleh Riza Aftasony di 00.33 0 komentar
" Ngomongnya ngga bisa, ngerampasnya bisa lo, Raf ! " - Bagas

" Raf, tau nggak sesuatu yang paling mahal itu apa? Detik yang baru aja lewat. Kita nggak bakal bisa beli waktu itu lagi. " -Alex

" Untuk pertama kalinya gue naruh orang lain secara pasti dalam hati gue. Demi Alex gue mau ngerubah semuanya. Dia bukti paling indah kalo tobat itu bener-bener ada. Alex sumber inspirasi gue, Gas... " -Rafi

Ya, itu yang Alex cintai dari Rafi. Kejujuran yang nyaris tanpa pretensi. Hadir begitu saja dengan mentah. Kadang begitu menyebalkan karena kerap tidak sensitif. Tapi juga menyuburkan kangen yang membuatnya tidak berkutik. Juga segala kebrengsekan yang diakui Rafi berikut niatnya untuk menjadi lebih baik.

Alex tidak butuh yang terbaik. Atau orang yang bersolek sendiri untuk lantas tampil jadi yang terbaik. Dia perlu orang yang mau tumbuh menjadi lebih baik.

" Gas, jodoh nggak jodoh itu bukan urusan kita. Kalo nggak jodoh, mau dipaksa juga nggak bakal jadi. Tapi yang penting orang harus berani memilih dulu. Baru dia tahu jodoh apa bukan..." -Mama Bagas

" Males? Kalo males berarti skripsinya makin lama, terus nikahnya nunggu aku pulang dari Belanda? " -Rafi

Mencari pembenaran dari kata orang, kalau mau menikah memang suka banyak sekali cobaan.

" Kamu harus tanggung jawab. Kalo kamu memang laki-laki, kamu harus tanggung jawab." -Shinta

" Ayo Gas. Lo harus ngomong. Sampe kapan dia harus nunggu Gas? " -Bagas

Satu yang Bagas tidak tahu adalah Alex menunggui semua momen-momen itu. Semua. Meski ada ganjalan bernama Rafi di relung terdalamnya, Alex mencoba membuka segala kemungkinan untuk Bagas. Walau sudah lumayan lelah dia menanti ada yang pasti.

" Pesen ayah, Rafi, Bagas, cuma butuh satu hal: kejelasan. Kejelasan dari kamu. Kayak apa pahitnya, mereka pasti terima. Asal kamu jelas... " -Ayah Alex

" Aku pikir tadinya aku bisa maafin kamu Raf... Nggak fair nge judge orang gara-gara masa lalunya " -Alex

" Itu dia masalahnya Gas! Aku nggak pernah bener-bener tahu! Aku nunggu Gas. Tapi akhirnya aku sadar satu hal... Kamu nggak sesayang itu sama aku... Ya, buktinya untuk ngomong aja kamu nggak berani. Berarti kamu nggak yakin, Gas... Kamu milih nikmatin rasa itu sendiri... Egois, Gas... Egois namanya... " -Alex

" Gue yang masih kejebak di ego sendiri... Sampe nggak tau sebenernya gue sayang banget atau cuma obsesi sama kamu, Lex... " -Bagas

" Kalo kamu satu saat punya rasa sayang lagi sama orang lain... Bilang aja ya, Gas... Bilang... Jangan takut... Jangan sampe dia nggak tahu, kalo ada orang yang luar biasa, sayang sama dia... " -Alex

" Lo harus tau gimana rasanya sayang dan disayang sama orang lain... Gimana rasanya punya sumber inspirasi sendiri... Gimana rasanya punya Alexandria sendiri... " -Rafi


Jumat, 10 Januari 2014
sama seperti Alex, aku ngga pernah bener-bener tahu, kecuali kalo kamu ngomong

Selasa, 07 Januari 2014

Wisata Alam & Perkebunan Bakti Alam

Diposting oleh Riza Aftasony di 19.00 0 komentar
Letaknya di Desa Ngambel Nangkajajar Pasuruan. Tempatnya pelosok banget. Ga nyangka bisa nemu tempat seindah itu di pelosok. Tempat ini recomended banget deh buat liburan. Selain pemandangannya yang subhanalloh, hawanya sejuk, segar, nyaman. Cocok buat liburan sekeluarga atau bareng sama temen temen. Tiket masuknya perorang 35 ribu. Gratis satu gelas susu sapi asli, testee bermacam macam buah, dan keliling bhakti alam pake kereta kencana (pinjem punya cinderella kali ya --" ). Ada cottege nya juga loh, jadi bisa nginep berhari hari. Seneng banget bisa liburan disini.
Jadi ceritanya aku sama A'yun mewakili dari Laboratorium Fakultas Psikologi UIN MALIKI Malang dalam acara ajang Move on; student gathering fakultas psikologi. Acara ini untuk semua komunitas yang berada dibawah naungan fakultas psikologi UIN Malang. Ada acara sharing, presentasi, api unggun, game, outbound & jalan jalan keliling bhakti alam.
Beberapa hari di Bhakti Alam uda bikin aku seger kembali. Udaranya yang dingin nembus sampe relung hati. Cieee. Kesibukan aku yang bener bener menguras tenaga dan pikiran beberapa bulan terakhir ini seakan terlupakan oleh hijaunya pepohonan. Bener bener menghirup energi positif dan menghembuskan energi negatif. Kapan kapan aku mau mengulang lagi ke tempat itu. Entah kapan.

Selasa, 24 Desember 2013

Kutipan Film " Milli dan Nathan "

Diposting oleh Riza Aftasony di 23.31 0 komentar
" Gue gak sedih, gue cuma gak tau aja perasaan kayak gini apa istilahnya "

" Sedih & Bahagia itu datangnya satu paket "

" Setelah matahari, setelah langit, yang paling cerah adalah harapan "

" Lo gabisa seenaknya sama gue. Tiba-tiba aja datang terus pergi. Ngasih harapan terus pergi. Kamu itu ga Jelas! Gue capek sama yang Ga jelas. Gue pengen yang jelas-jelas aja. Kamu itu terlalu abu-abu ! "
" Tapi sekarang gue bener-bener datang Mill "
" Gue takut terjebak lagi Nathan"
" Jadi Lo ga percaya sama gue? "
" Lo pergi aja sekarang! "


" Move on Mill..! "
" Tapi gue masih sayang sama Nathan "
" Nathan?? "
" Dia juga masih sayang sama gue "
" Tau dari?? "
" Dari sms sms nya, dari telpon nya "
" Kapan terakhir? "
" Sebelum gue berangkat ke Jakarta "
" Terus sekarang?? "
(tidak ada jawaban)


" Umur kita berapa sekarang Mill? "
" 24 Nathan "
" Belum pengen nikah mil? "
" Lagi ga percaya sama Komitmen "


" Apa alasan Nathan datang ke rumah Milly? "
" Pengen buat Milly ketawa aja "


" Gue gabisa "
" Itu karena lo belum bisa buka hati lo buat Oscar. Coba deh lo buka hati lo selebar-lebarnya buat Oscar "
" Ga ada masukan lain ya? Putus mungkin "
" Kalo lo uda bisa mutusin sendiri, kenapa lo minta pendapat gue? Oke sekarang gini, Lo lebih bahagia disamping Oscar atau enggak? "
" Gue lebih bahagia dulu"
" Dulu? sama Nathan? "
" Iya, apapun kejadiannya gue selalu ngerasa hari-hari gue berwarna sama Nathan "


" Lebih baik ngeliat kamu marah dari pada kamu sedih "

Sabtu, 21 Desember 2013

Mungkin

Diposting oleh Riza Aftasony di 05.13 0 komentar
Mungkin kita pernah bertemu di suatu jalan, diantara lalu lalang pejalan kaki, berpapasan dan saling melewati.

Mungkin kita pernah berada dalam satu ruang yang sama. Kamu dengan urusanmu. Aku dengan urusanku.

Mungkin kita pernah sama sama menangis saat kita merasa lelah sudah berada paling puncak. Aku yang saat itu ingin sekali bertemu denganmu. Sepertinya kamu juga.

Mungkin kita pernah bertemu dalam satu doa, satu pinta dan satu harapan. Aku berdoa untukmu. Demikian kamu yang berdoa untukku.

Mungkin kita pernah sama sama merasa amat kesepian. Karena memang Tuhan belum izinkan kita bertemu.

Mungkin malam minggumu selalu berteman dengan laptop, percayalah aku pun juga begitu.

Mungkin kita pernah bertatap muka, saling pandang kemudian tersenyum sebentar. Tak sempat berbagi sapa apalagi bertanya nama. Siapa sangka jika itu kamu.

Mungkin saja ternyata kamu adalah orang yang pernah ku kenal sebelumnya.

Atau bahkan mungkin kamu adalah orang yang sangat ku kenal.

Mungkin saja.
sabtu, 21 desember 2013 20.13

Selasa, 29 Oktober 2013

Diposting oleh Riza Aftasony di 23.30 0 komentar
Malam itu kamu mengejar langkah ku yang sedang marah karena ulahmu. Aku berlari kecil agar langkahmu tak menyamai langkahku, namun sayangnya aku tak bisa benar-benar marah kepadamu. Dan langkahmu kini menyamai langkah ku. Kamu dan aku berjalan searah. Aku menatapmu dengan kesal, ulahmu yang selalu menjodoh-jodohkan aku dengan dia membuatku kesal padamu. Kamu terus berceloteh tentang dia, menceritakan segala kelebihan yang dia miliki, dan meyakinkan padaku jika dia adalah  yang terbaik. Aku menatapmu dengan cemberut, kamu pun diam. Bagaimanapun aku tak menyukai dia. Kamu dan aku berjalan searah. tanpa kata.

aku memang tak bisa membaca hatimu dan mungkin tak akan pernah bisa, aku hanya merasakan sebuah tanda yang acapkali kamu perlihatkan beberapa detik. tanda yang membuatku berpikir bahwa sebenarnya kamu memiliki cinta terbaik yang belum sempat terucap. entahlah ...

aku menatap matamu yang juga menatapku, hanya menatap.
yang menjadi pertanyaan hatiku adalah " apakah kamu mencintai aku? "

jika benar cinta, perjuangkanlah aku dengan segenap cinta terbaik yang kamu miliki
namun jika bukan cinta, mungkin selama ini aku salah membaca tanda.



" hhhhhh " aku mendesah panjang
jam menunjukkan pukul 23.08 . ku tutup buku harian berwarna merah dan kubiarkan tergeletak di meja ku. detik kemudian ku buka handphone yang sedari tadi tak ku pedulikan, ada pesan baru.

" Have a Nice Dream ;) "

pesan baru dari kamu.
ku baca sambil tersenyum, sepertinya malam ini aku akan tidur dengan nyenyak.
 

Stroberi Note's Template by Ipietoon Blogger Template | Gift Idea