Minggu, 05 April 2015

SKRIPSI

Diposting oleh Riza Aftasony di 09.30 0 komentar
Saat ini, saya adalah mahasiswa semester akhir yang sedang fokus menyelesaikan Tugas Akhir yakni SKRIPSI. Sudah saya duga, saya akan mengalami beberapa bahkan banyak hambatan untuk menyelesaikannya. Namun yang perlu saya lakukan hanya berjuang, berjuang, dan berdoa. Sesudah kesulitan pasti akan ada kemudahan. Demikian hal yang selalu saya fikirkan. Apalagi melihat teman seangkatan beberapa sudah lulus dan selfie pake topi toga, disitu kadang saya merasa sedih. Namun justru hal itu menjadi pemicu untuk segera bersemangat menyelesaikan Tugas Akhir tersebut.

Masalah skripsi memang benar-benar bisa buat mahasiswanya GALAU bahkan mengalahkan kegalauan putus cinta. Dari mikir judul di awal semester 7 sampai mau ngapa-ngapain terbayang-bayang kata skripsi skripsi skripsi. Makan mikirin judul, mandi mikirin judul, di perjalanan mikirin judul, pokonya semua-muanya pasti keingetan judul. Nah biasanya judul itu tiba-tiba aja langsung dateng tanpa di undang. Pokonya rajin-rajin aja ke tempat yang bisa buat kamu punya banyak inspirasi.

Saya dapet ide judul skripsi pas saya lagi bengong-bengong di perpustakaan kampus sambil liat skripsi-skripsi punya kakak tingkat dan cuma bisa mikir gitu gimana nyelesainnya? Jujur saya nggak pernah pede dan selalu was-was, kadang nggak yakin sama diri sendiri apa bisa nyelesain skripsi -_- tapi skripsi bukan hal yang harus ditakuti. Justru kita harus bersahabat dengan skripsi dan harus mengerjakannya dengan sepenuh hati.

Supaya bisa mengerjakan dengan sepenuh hati, pilih judul, tema yang disukai dan dirasa menguasai. Jangan pilih judul cuma buat keren-kerenan aja, khawatirnya ntar sulit di akhirnya. Kamu juga harus punya target supaya kamu lebih bersemangat mengerjakan skripsi. Target ujian sidang skripsi, atau target wisuda misalnya. Bisa juga target menikah. Kan ada tuh slogan Cepet Selesaiin Skripsi Biar Cepet Resepsi -_-

Nikmati prosesnya, suatu saat kamu akan merindukan dimana masa-masa kamu seharian sama laptop, ngetik, mikir, nggak keluar kamar, lupa makan, lupa mandi seharian, ngga mau diganggu, berat badan turun drastis, mata lelah, mata panda, begitulah. Yang penting jangan lupa tetap berdoa kepada Allah dan jangan lupakan Sholat supaya Allah mempermudah jalan kita semua dalam mengerjakan skripsi.

Rajin-rajin ke perpustakaan, browsing jurnal, konsul sama dosen pembimbing, sharing sama teman sejawat. Jangan pernah deh ninggalin skripsi apalagi sampe berminggu-minggu. Nyesel ntar bro. Mengerjakan skripsi itu niat aja nggak cukup. Kadang udah niat, tapi malas lebih memenangkan segalanya. Uda buka laptop, tapi ngga tau apa yang harus di ketik. Dari situ kita memang harus lebih banyak berdoa sama Allah. Ujian terberat mengerjakan skripsi itu adalah malas. Saat kamu malas, coba inget-inget aja orang tua di rumah yang pengen liat kamu sukses :)

Apalagi sekarang saya sudah mengajar di Raudhatul Athfal di dekat rumah saya. Mengerjakan skripsi dan melakukan penelitian di sela-sela mengajar ternyata memang tidak mudah. Harus pintar membagi waktu, tenaga, dan pikiran. Tapi saya bahagia sekali dengan keberuntungan yang saya dapatkan ini. Mengajar sama sekali bukan beban bagi saya, tapi merupakan suatu kebahagiaan. Saya selalu berharap semoga dengan keikhlasan saya mengajar, akan membuahkan kemudahan bagi saya untuk menyelesaikan skripsi. Amin.

Sekarang saya lagi tahap penyempurnaan dan revisi-revisi gitu deh, rencananya sih pengen ikut sidang skripsi tanggal 27-30 April 2015. Besar harapan deh pokonya. Bismillahirrahmanirrahim, apapun yang terjadi harus tetap semangat, semoga bisa wisuda bulan Agustus 2015 bersama teman-teman seangkatan yang tercinta. Trus selfie pake topi toga. Amin.

Semoga yang saat ini juga sedang dalam proses menyelesaikan tugas akhir juga diberikan kemudahan oleh Allah sehingga dapat segera selesai. Amin. SEMANGAT!

Minggu, 5 April 2015
23.29 di sela-sela pengerjaan skripsi.

SEMANGAT SEMANGAT SEMANGAT

Minggu, 29 Maret 2015

Kutipan Drama Korea Pinocchio

Diposting oleh Riza Aftasony di 01.30 1 komentar
Aku iri dengan angin topan, setidaknya ia memiliki tujuan. - Choi In Ha

Ibu, ada murid yang menembakku hari ini. Tapi ada yang aneh. Rasanya sungguh aneh. rasanya perutku menjadi mual. Saat mendengar pengakuannya, aku merasa otakku jadi rusak. Tapi aku juga merasa seperti pohon pinus. Nyatanya hatiku tak berdebar. - Choi In Ha

Mungkin getaran hatiku akan berkurang seiring berjalannya waktu. dan setelah itu aku bisa pergi. Tapi itu hanyalah alasan bodoh. Hanya alasan agar bisa terus di sisinya. - Ki Ha Myung/ Choi Dal Po

Aku juga ingin bertindak seolah semua baik-baik saja. Tapi karena itu tak mungkin, aku hanya bisa bersembunyi. - Choi In Ha

Kau tak perlu berpura-pura seolah semuanya baik-baik saja. Karena aku tahu bahwa kau sedang terluka. - Ki Ha Myung/ Choi Dal Po

Entahlah, aku hanya begitu saja menyadari perasaanku. - Choi In Ha

Bagaimana jika kau sudah berusaha dan melakukan segala yang kau bisa tetapi perasaanmu masih tetap ada untuk waktu yang lama? - Ki Ha Myung/ Choi Dal Po

Siapa yang peduli apakah kebetulan atau tidak, yang penting adalah akhirnya bertemu.

Aku benar dan kau salah, tapi aku sangat mengkhawatirkanmu. - Choi In Ha

Tidak melihatmu membuatku khawatir. Apa kau menyalahkan diri sendiri atau duduk terluka dan terluka. Aku terus mengkhawatirkanmu lagi dan lagi. - Choi In Ha

Bisakah firasat buruk ini hanya kebetulan?

Aku tidak bisa memintamu untuk bersamaku sekarang. Tapi jangan berpaling pada orang lain. - Ki Ha Myung/ Choi Dal Po

Lee Jung Sook sebagai Ki Ha Myung/ Choi Dal Po
Park Shin Hye sebagai Choi In Ha

Recomended banget deh buat di tonton. Baguuuuus banget dramanya. Kerreeen!!!
 

Kamis, 29 Januari 2015

Kutipan My Love From The Star/ You who come from the star

Diposting oleh Riza Aftasony di 07.00 0 komentar

Wanita macam apa, yang membuka pintunya bagi siapa saja? – Do Min Joon

Mulai sekarang, aku akan melakukan segalanya bersamanya, aku akan bertanggung jawab akan hidupnya selamanya. Sampai aku mati. – Lee Hwi Kyung

Rasa cemburu adalah bentuk yang paling sederhana dari bentuk perasaan manusia. Rasanya aneh dan kekanak-kanakan. – Hwi Kyung

Ketakutan kalau mereka akan kehilangan orang special tersebut. Mereka mungkin berbicara atau melakukan tindakan yang konyol, sebagai ungkapan rasa cemburu. – Do Min Joon 

Selama aku bersabar menanti, pasti akan ada kesempatan yang lain. – See mi

Pada saat dibutuhkan tidak pernah ada. Kemana perginya? – Cheon Song Yi

 Jika bisa belilah sebuah ponsel. Aku tidak bisa menghubungimu jika ada masalah mendesak. – Song Yi

  Aku punya mobil dan sim. Tidak ada tempat yang tidak bisa kutuju. – Song Yi

  Bersembunyi hanya jika kau telah melakukan kesalahan. Jika tidak, jangan bersembunyi. – Min Joon

Ucapan selamat tinggal harus diucapkan jauh sebelumnya, karena apabila waktu itu tiba, tidak aka nada kesempatan untuk mengucapkan selamat tinggal. - Gadis tusuk konde

Sebelum bertemu denganmu, terhadap masa depan, aku tidak punya pengharapan apapun, yang ada hanyalah keluhan dan rasa putus asa. Tapi setelah bertemu denganmu, untuk pertama kalinya aku merasa adanya percikan sebuah harapan. Untuk pertama kalinya aku benar-benar ingin bertahan hidup.- Gadis tusuk konde

Aku suka sekali dengan situasimu yang susah akhir-akhir ini, kau mengalami hal-hal yang tidak menyenangkan, jujur saja aku senang sekali. Karena dengan begitu aku bisa melakukan sesuatu untukmu, dengan begitu aku memiliki kesempatan untuk masuk kedalam hidupmu. – Hwi Kyung.

  Mendekatlah ke sisiku, kau dan keluargamu. Selama masih hidup, aku pasti akan bertanggung jawab. Kau boleh melakukan semua hal yang ingin aku lakukan, aku akan mendukungmu sampai akhir. – Hwi Kyung

  Ada saat dimana aku ingin waktu berhenti, ada kata-kata yang tidak ingin aku dengar. – Min Joon

  Kau tahu kenapa manusia takut akan kematian? Karena mereka akan terlupakan. Seandainya aku menghilang dari dunia yang aku tinggali, dunia akan terus berputar dan aku akan terlupakan. Aku tidak takut, sekalipun saat aku meninggalkan dunia ini dan pergi ke dunia lain. Jika tak seorang pun mengingatku aku tidak peduli. Tapi sekarang aku mulai merasa takut, karena telah tumbuh perasaan dimana aku tidak ingin dilupakan oleh seseorang pada saat dimana aku akan pergi ke dunia yang berbeda. – Min Joon

  Dia sudah menolakmu, seharusnya kau melepaskannya. – Se Mi

  Aku tidak jual mahal. Jual mahal itu adalah berkata tidak pada saat kau ingin bilang iya. Aku bilang tidak karena memang maksudku begitu. – Song Yi

  Hidup di dunia ini sekali-kali kita akan dihadapkan pada persoalan. Tuhan memberi  kita kesempatan untuk membedakan siapa yang tulus dan siapa yang pura-pura. – Song Yi

  Akulah yang akan kehilangan jika tidak ada kau. – Hwi Kyung

Bukalah hatimu. Seseorang akan datang untukmu. - Gadis tusuk konde

Jika kamu tidak sanggup secara langsung, kau bisa menyatakannya lewat telepon. – Hwi Kyung

  Aku bukanlah orang yang bergantung pada orang lain jika aku bisa sendiri. – Song Yi

  Tidak bisa kah seandainya kau tidak usah pergi? Jika kau pergi setelah memiliki perasaan yang mendalam, tidak hanya orang yang mau pergi itu saja, tapi orang yang ditinggalkan juga akan merasakan rasa sakit yang mendalam. – Pengacara Jang

  Aku suka orang yang bisa menemaniku selama-lamanya, bukan orang yang seperti ayahku, yang mendadak hilang begitu saja. aku ingin orang yang seumur hidup bisa menemaniku disisiku. – Song Yi

  Semua kejadian pasti ada alasannya. Cheon Song Yi kenapa orang-orang disekelilingmu meninggalkanmu pasti ada alasannya juga. – Min Joon

  Sebelum membenci seseorang yang meninggalkanmu, berpikirlah kenapa kau belum mampu membuat mereka tetap ada di sisimu. Mungkin kesendirianmu adalah kesalahanmu. – Min Joon

  Seorang pria yang identitasnya tidak diketahui dengan jelas, memiliki hubungan dengan wanita yang kucintai, orang bodoh mana yang hanya akan berdiam diri? – Hwi Kyung 

  Tidak punya uang  tidak masalah. uang? Kadang ada, kadang tidak. jika habis, ya cari lagi. – Song Yi

Jangan tundukkan kepalamu. Tidak peduli kau memahami dunia ini atau tidak, dunia ini tidak akan mengalah padamu. Sekalipun kau tersungkur tiada henti-hentinya, sekalipun kau merasa tidak bersalah, dan merasa diperlakukan tidak adil, tidak akan ada orang yang bisa memahami keadaanmu. Sekarang ini kau sedang berdiri dipinggir jurang yang curam. Begitu lengah, kau akan terguling jatuh kedalam jurang dan menghilang tanpa meninggalkan bekas apapun. – Min Joon

Kau bahkan tidak membalas sms nya. Kau tidak memikirkan bagaimana rasanya menunggu? – Song Yi

Hal yang lebih penting daripada kehilanganmu adalah membuatmu bahagia. Selama pria yang tidak bisa mencintaimu ada di hadapanmu, kau tidak akan bisa bahagia. – Hwi Kyung

Tidak masalah bagiku, terlepas siapa dirimu atau apa yang terjadi sebelumnya atau keadaan apapun yang tidak bisa kau ceritakan, tidak masalah, sungguh. Kau sudah membuka matamu, sadar dan sekarang ada disampingku, itu cukup. Sungguh. – Song Yi

Sekarang ketika hari dimana aku akan pergi semakin dekat, bagaimana perasaanku? Aku tidak tahu. – Min Joon

kau tidak pernah menyukaiku walaupun sesaat? Hatimu tidak pernah bergetar karena aku? Kau tidak pernah tulus mengkhawatirkan aku? Kau tidak pernah menyukai apa adanya diriku walaupun hanya sebentar, bukan sebagai dia? Kau tidak pernah membayangkan masa depan denganku? – Song Yi

Pria yang aku sukai, memikirkan aku, bagiku itu lebih penting. Apakah kau pernah menyukaiku sepenuh hatimu apakah kau tertarik padaku karena gadis yang tidak bisa kau miliki, bagiku itu lebih penting.  Aku hanya menyukaimu sebagai Do Min Joon, pria yang tinggal disebelahku. – Song Yi

Jika aku diberi waktu sehari untuk bersama dengannya, sekalipun aku harus kehilangan segalanya, aku juga tidak peduli. – Min Joon

Pada saat hati mencintai seseorang, rasa ketakutan akan muncul. Takut tidak bisa melindungi orang yang seharusnya dilindungi. – Min Joon

Waktu kecil saat aku ketakutan aku selalu berteriak memanggil ayah, tapi sekarang aku berteriak memanggil nama lain Do Min Joon. – Song Yi

Pertama kalinya aku mencintai seseorang melebihi cintaku pada ayah. – Song Yi

Aku memiliki seseorang yang membuatku ingin selalu bertemu dengannya dari pagi hingga malam. – Song Yi

Sekalipun dia tidak henti-hentinya mendorongku, menjauh dan mengusirku, aku tetap tidak bergeming. Sekalipun aku berusaha keras mencari cara untuk membencinya, tapi aku tak sanggup. – Song Yi

Hal dimana orang yang kusukai juga menyukaiku, sepertinya tidak segampang itu terjadi. –Song Yi

Kau bisa menuruti kata hatimu dan berkata Ya. – Song Yi

Jika sesuatu terjadi padamu, aku tidak akan hidup tenang. – Song Yi

Kenapa kau terluka untukku, aku tidak melakukan apapun untukmu. – Song Yi

Aku tidak bisa dicintai oleh orang yang aku cintai. Aku sedikit sedih. Tapi jika kau tidak disampingku, maka aku benar-benar merasa sedih. – Hwi Kyung

Kau punyai aku sekarang. Aku akan tinggal disampingmu selamanya dan jangan melarikan diri. – Song Yi

Tenang, kau akan cantik bahkan saat kau sudah tua. – Min Joon

Bahkan lamanya waktu bukanlah hal yang penting, yang paling penting adalah dengan siapa kau menghabiskannya. Mulai sekarang, untuk menghabiskan waktu bersamanya, aku akan bertahan disini. – Min Joon

Setelah hidup sekian lama, aku menyadari bahwa kau tidak butuh banyak uang, popularitas dan semuanya itu. Jika semua itu berakhir, tidak banyak yang tersisa. Jadi, kesehatan adalah yang utama. Jika kau sehat maka kau bisa melindungi orang yang kau cintai. – Song Yi Aboenim

Aku tidak tahu berapa lama lagi aku bisa berada di sisimu. Jadi, aku tidak tahu apa aku bisa mengatakan ini. Tapi aku akan berusaha yang terbaik. Jadi aku bisa berada di sisimu untuk waktu yang lama. Saat itu walaupun aku tidak tahu akan berapa lama aku akan berusaha yang terbaik dan akan mencintaimu. – Min Joon

Dia menyukaimu sampai begitu. Jauh sebelum kamu mulai menyukai dia. Dia sangat menyukaimu. Dia menyukaimu lebih dari yang kamu bayangkan. Dia tidak ingin menyakiti perasaanmu. Dia berusaha keras supaya tidak berakhir seperti ini. Dia ingin bersamamu meskipun mempertaruhkan nyawanya. – pengacara Jang

Jika aku bisa memutar kembali waktu, aku akan bertemu denganmu lagi, kita akan saling berdebat lagi. Kau akan jatuh cinta padaku lagi. Aku akan mencintaimu lagi. – Song Yi

Walaupun aku tak bisa mengatakan semua apa yang ingin kau dengar, memang benar, aku ingin menjadi bagian dari mimpi dan masa depanmu. – Min Joon

Walaupun aku takut jika kau tidak berada di sisiku, tapi yang lebih menakutkan adalah kau menghilang dari dunia ini. – Song Yi

Kehidupan manusia jika hanya dilihat dari luar adalah tidak ada harapan dan sia-sia saja. tapi setelah berpikir tentang kematian, aku menjadi sadar. Tidak ada yang ingin hidup untuk kemudian mati. Yang paling penting adalah bagaimana menjalani kehidupan. – Min Joon

Manusia bertengkar, terluka dan kehilangan banyak hal, hanya untuk melindungi orang yang dicintainya dan menjalani hidup dengan keras. Bagiku, aku juga ingin melakukannya. – Min Joon

Hanya dia satu-satunya pria yang kucintai di dunia ini. Tidak ada sebelum dia dan tidak akan ada lagi setelah dia. Mungkin saja dia bukan seperti manusia biasa, tapi bagiku dia adalah satu-satunya yang kucintai. – Song Yi

Tidak peduli berapa banyak waktu yang berlalu, aku tidak bisa melupakanmu. –Min Joon

Kalau sulit merelakan ketika kehilangan sesuatu, sebaiknya tidak memilikinya sejak awal. – Min Joon

Jangan memakai pakaian terbuka disaat dingin. Kamu lebih cantik jika lebih tertutup. Seperti kataku, jangan ada adegan ciuman atau pelukan dari belakang. Jangan melodrama erotis. Jangan sakit dan jangan baca komentar para pembencimu. Jangan menyanyi dan menangis sendiri. Jangan makan sendiri. Jangan mabuk dan salah masuk rumah. Jangan melihat langit malam dan bertanya itu bintang apa atau bintang apa. Kamu tidak bisa lihat dari sini tapi aku akan melihatmu tiap hari dari sana. Aku akan mengawasi tempat ini tiap hari. Dan aku akan mencoba kembali tiap hari. Aku akan menemukan cara untuk tinggal bersamamu selama mungkin. Aku akan melakukan itu. Tapi jika aku tidak kembali, maka lupakan segalanya. – Min Joon
 

Rabu, 19 November 2014

Pendakian Pertamaku: Gunung Kawah Ijen Banyuwangi

Diposting oleh Riza Aftasony di 21.33 1 komentar


Hijab & my Passion

Pertama ucapan terimakasih kepada Allah SWT yang telah memberikan kesempatan dan kemampuan baik dalam segi kondisi fisik dan finansial untuk mencicipi indahnya gunung Kawah Ijen dan merasakan pahit manisnya pendakian. Alhamdulillahirabbilalamin. Fabiayyiaalairabbikumatukadziban. :)
 
Terimakasih untuk rekan-rekan yang sama-sama berjuang saat pendakian. Saling memberikan motivasi, saling membantu, saling bertukar senyum, saling menggenggam, seirama. Pak sopir sekaligus guide selama pendakian, cc: Adi (pacarnya Fina :D), Fina, Deblong, Bundo, Bu rek, dan si bungsu Arum :D Terimakasih telah menjadi teman yang baik selama pendakian, mewujudkan sebagian dari mimpiku tentang mendaki gunung, yang kini bukan lagi hanya sekedar mimpi namun telah terlewati dengan sangat indah. Dalam sebuah daftar impian yang aku punya, mendaki gunung adalah salah satu impian yang ingin ku lakukan. Dan yeah, impian soal mendaki gunung itu terwujud di awal November.

Tepatnya hari Jumat tanggal 7 November 2014 sore sekitar pukul 15.30 kami berangkat dari Malang menuju Banyuwangi, tepatnya gunung Kawah Ijen. Kami berangkat sore supaya bisa lihat blue fire di kawah ijen dan bisa sampai di puncak sebelum matahari terbit. Perjalanan selama ke Banyuwangi diwarnai canda tawa kami bertujuh. Hingga akhirnya sampai juga di Kawah Ijen sekitar pukul 02.00 dini hari. Udara di Kawah Ijen dini hari sangat dingin. Setelah bersiap-siap, kami langsung melakukan pendakian. Mendaki memang tidak semudah mengucapkannya, apalagi bagi pendaki pemula seperti saya. Pendakian awal berjalan dengan lancar hingga tiba di titik ekstrim ketika jalan pendakian mulai menanjak dengan dahsyatnya. Satu persatu dari kami, kami akui mulai ragu untuk melanjutkan pendakian. Saya sendiri sempat pucat saat berada ditengah-tengah pendakian dan ingin muntah. Namun setelah beristirahat sebentar, kami berhasil melanjutkan pendakian. Kuncinya, kita melangkah bersama dan saling menguatkan hingga kita merasa benar-benar kuat dan harus bertahan. Sampai pada akhirnya kita bertujuh berdiri dipuncak saat subuh sebelum matahari terbit, melihat kilat-kilat blue fire, kawah ijen, sebuah pemandangan yang sungguh luar biasa.

Pendakian berjalan memakan waktu kurang lebih 4 jam. Dalam melakukan pendakian, memang banyak yang perlu dipersiapkan, saya kemarin kurang persiapan terutama dalam segi kondisi fisik. Makanya pas pendakian sempat down dan untungnya bisa melanjutkan pendakian. Di Kawah Ijen udaranya dingin sekali, terutama pas dini hari, jadi kalo mau mendaki dini hari pake jaket, syal, topi, kaos kaki, sepatu dan yang paling penting adalah masker. Soalnya di Kawah Ijen bakal bau belerang yang baunya amat sangat menyengat dan itu berbahaya buat kesehatan.

Oiyah, ini sedikit curhat sih, saya suka miris sama temen-temen yang dasarnya uda pake hijab, tapi pas mendaki gunung hijabnya dilepas. Gatau juga sih alasan pastinya mungkin salah satunya ribet kali ya. Eh tapi by the way kita bisa tetep mendaki lho walaupun dengan berhijab. Pokonya hijabnya simple aja sih biar gak ribet. Tapi ini kembali pada diri masing-masing juga. Menurut aku malah lebih keren pendaki berhijab, kesannya menunjukkan perempuan berhijab yang bisa mendaki itu tangguh dan semangatnya tak terbatas. Siapa bilang perempuan berhijab gak bisa mendaki? Bisa dong. Hijab bukan penghalang untuk melakukan hal apapun. Mendaki gunung sekalipun :D

Jalanan di Kawah Ijen berpasir jadi rawan terpeleset terutama saat perjalanan turun. Baik saat mendaki maupun saat turun, sama capeknya, sama menguras energinya tapi beneran deh keindahan kawah ijen mampu membayar semuanya dan gak bakal ngrasa sia-sia. Oiya, sedia koyo ya, karena setelah pendakian kemungkinan besar bagian pinggang sampai kaki akan terasa berbeda alias nyut-nyutan. Kalo ga sempet mandi, sediain tisu basah buat ngelap seluruh bagian tubuh biar langsung seger dan cantik. Jangan takut gara-gara mendaki gunung cantiknya ilang, karena saat mendaki gunung, itulah kecantikanmu yang sebenarnya. Tanpa make up dan natural.

Banyak yang gak nyangka saya yang bertubuh kurus dan terlihat tak punya tenaga ini berhasil sampai puncak. Tapi pada dasarnya saya memang punya passion pecinta alam, jadi saya nggak kapok kalo diajakin ndaki gunung lagi. Saya berharap punya kesempatan untuk menahlukkan Mahameru. Jadi plis buat yang mau mendaki ke Mahameru tolong ajak saya ya. Saya sedang terobsesi untuk menahlukkan Mahameru. :)

Cerita belum berakhir sampai disini karena setelah pendakian ke Kawah Ijen kami langsung mencicipi cerianya pantai Pulau Merah yang terletak di Banyuwangi juga. Ah bisa bayangkan betapa bahagianya seonggok daging yang punya nama ini. Berlarian diatas pasir pantai yang berhasil diabadikan dalam potret. Tertawa lepas yang sejak beberapa minggu terakhir tertahan di rahang. Tak lupa bersyukur dan memuji keindahanNya. Selepas dari Pulau Merah kami langsung mencicipi nuansa sore di Gumitir cafe & resto untuk mendulang senja. Disini saya menemukan fenomena baru bahwa di disekitar Gumitir memang terdapat  perkampungan “peminta” yang membuatku bersyukur dan tersadar berulangkali dengan apa yang sudah kumiliki. Setelah berpuas diri mendulang senja di Gumitir, kami melanjutkan perjalanan kembali sepanjang malam. Meskipun cape, yang saya rasakan adalah bahagia. Saya benar-benar menikmati perjalanan ini. Hingga hari minggu dini hari sekitar jam 3 pagi kami tiba di pemandian air panas Pacet, di Mojokerto. Bisa dibilang kami hampir mengelilingi pulau Jawa :D di tempat inilah saya mengalami kedinginan yang membuat saya menggigil parah. Dan perjalanan kami berakhir sampai disini. Setelah berendam air hangat kami kembali ke kota Malang dengan selamat dan bahagia.

Oiya, ada cerita yang tertinggal, by the way aku uda tau payton lho sama pelabuhan Ketapang. Gilaaa payton kalo malem bagus banget kayak di film-film india. Aduh paling seneng kalo uda liat lampu-lampu bertebaran gitu. Buat aku itu adalah pemandangan yang luar biasa romantis. Ngelewatin ketapang jadi tau kalo mau ke Bali harus mampir ke Ketapang dulu buat nyebrang. Duh kenapa sih Bali harus berseberangan? Kalo gak berseberangan kan bisa sekalian jalan-jalan ke Bali. Hehe.

Itu pendakian pertamaku. Kalo pendakian pertamamu?
By the way, lain kali kita mendaki bersama yuk! :D

Sabtu, 15 November 2014 20.06 malem mingguan di kamarku 

Ini pas uda sampe puncak, sampenya pas subuh, tepat sebelum matahari terbit.

Kawah Ijen dibelakangku :D

Dari kiri: Arum, Deblong, Aku :)


Itu aku lagi dipeluk Bundo sama Deblong

Foto pose gitu berasa jadi Pecinta alam sejati


Dari kiri: Bu rek, Aku, Adi, Fina, Deblong n Bundo, yang motret si Arum :D

Ini di Pantai Pulau Merah. Itu aku yang kesenengen lagi dipotret sama Bu rek :D

Minggu, 19 Januari 2014

CERPEN: Masih Cinta

Diposting oleh Riza Aftasony di 20.00 0 komentar
Malam hari di sebuah Cafe di Kota Bogor, seorang gadis berkulit putih, berkaca mata, dan berambut panjang tengah sibuk dengan tumpukan kertas dan laptop yang sedari tadi berada di depannya. Sesekali gadis itu melepas kaca matanya dan menyeruput cokelat panas yang masih mengepul.
" Hai, Lizara? "
Sapa seorang laki laki berjas hitam. Tampak seperti eksekutif muda. Muda, tampan dan kaya.
Gadis yang dipanggil pun menoleh, ya gadis itu bernama Lizara. Ia memperhatikan seseorang yang memanggilnya. Detik kemudian ia tersenyum. Ada kelegaan yang terpancar dimatanya setelah ia yakin dengan sosok yang memanggilnya itu.
" Hai, Arias... apakabar? Sudah lama ya tidak bertemu "
" Boleh aku duduk disini? "
" Tentu silahkan "
Lizara dan Arias adalah teman satu SMA. Mereka saling mencintai tetapi tidak pernah jadian. Satu sekolah juga tahu Lizara dan Arias saling mencintai. Pun satu sekolah juga keheranan mengapa pasangan serasi itu tak kunjung jadian. Lizara yang cantik dan Arias yang manis. Sampai pada saat kelulusan sekolah, Arias dan Lizara masih diam. Seusai wisuda Arias dan Lizara hanya saling menatap dan melempar senyum dari kejauhan. Meskipun begitu Lizara menyadari ada air mata di sudut matanya. Menyadari Arias akan pergi jauh ke luar negeri adalah suatu kenyataan pahit baginya. Jauh didalam lubuk hati Lizara, ia ingin mendengar Arias mengatakan sesuatu padanya. Sejak lambaian tangan Arias saat itu ia tak pernah lagi bertemu Arias.
Bagi Lizara dan Arias, bertemu dengan tidak sengaja di sebuah cafe seperti ini adalah keberuntungan luar biasa. Delapan tahun tidak bersua benar benar menimbulkan kerinduan yang tak terkira. Kebahagiaan itu terpancar begitu saja dari empat bola mata yang saling bertatapan itu.
" Lizara, apakah kamu masih sendiri? Jujur saja aku berharap kamu masih sendiri "
Lizara tersenyum.
" Sebenarnya aku menunggu seseorang yang dulu pernah melambaikan tangan padaku selesai acara wisuda itu "
Lizara dan Arias saling melempar senyum.
" Baiklah, besok aku dan orang tua ku akan datang melamar mu, ngomong ngomong kamu nggak pindah rumah kan Lizara? "
20 januari 2014
11.00

Selasa, 14 Januari 2014

Kutipan Drama Korea Playfull Kiss (Spesial)

Diposting oleh Riza Aftasony di 08.48 0 komentar
" Aku akan melakukan yang lebih baik lagi besok " - Oh Ha Ni

" Kau memikirkan semua itu dengan mulut mu " - Baek Seung Jo

" Memangnya duduk disitu bisa menyelesaikan masalah? " - Baek Seung Jo

" Salahmu sendiri kau pergi ke Amerika. Bagaimana bisa kau  pergi jauh dari orang yang sangat kau sukai, kalau aku jadi kau, aku tak akan pernah meninggalkannya ke Amerika. Kemana ku bisa pergi kalau Baek Seung Jo ada disini? Bagaimana aku bisa pergi? Aku tak dapat membayangkannya. Sehari tak melihat Seung Jo rasanya aku bisa mati. Aku benci sabtu, minggu dan hari libur karena aku tak bisa bertemu Seung Jo. Dapatkah kau merasakan perasaan itu? " - Oh Ha Ni

" Itu dia, alasan kenapa aku tertarik  pada Ha Ni, kekuatan cinta yang dimilikinya sehingga ia tidak dapat menahan rasa cemburunya. Aku menyukai kekuatan itu. " - Baek Seung Jo

"  Hey kau gadis tak tahu malu. Aku memilihmu. Baek Seung Jo memilih Oh Ha Ni. Kau satu-satu nya bagi ku " - Baek Seung Jo

" Aku akan menjaga kamarmu  24 jam sehari sampai kau sembuh total. Aku akan menjadi tangan dan kaki mu " - Oh Ha Ni

" Semua orang berharap pada mu, jadi kau tak boleh sakit lagi. " - Oh Ha Ni

" Maafkan aku... aku sudah berusaha, tapi aku tak mengerti, kenapa aku tetap saja membuatmu kecewa. Sekuat-kuatnya aku berusaha, aku tak memenuhi syarat menjadi istrimu. " - Oh Ha Ni

" Baiklah aku minta maaf, kalau begitu aku juga sama. Aku tak dapat melindungimu waktu kau jatuh. Itulah kenapa aku berada di kamar ini sekarang. Apakah itu artinya aku tak memenuhi syarat menjadi suami mu? " - Baek Seung Jo

" Jangan pernah bercanda yang berbahaya begitu lagi ya " - Baek Seung Jo

" Gadis mana yang tidak suka bunga? Semua wanita bermimpi menerima sesuatu seperti itu dari orang yang mereka cintai "   - Oh Ha Ni

" Aku ingin memberikan kejutan pada mu. Tapi kue nya berantakan dan bunga yang ku beli hanya tersisa satu. Pukul  23.59, ini masih ulang tahun mu Ha Ni. " - Baek Seung Jo

" Maafkan aku, aku bahkan tidak menyadari apa yang kamu rasakan. " - Oh Ha Ni

Selasa, 14 Januari 2014
Home sweet Home~


Jumat, 10 Januari 2014

Kutipan Film & Novel ALEXANDRIA

Diposting oleh Riza Aftasony di 00.33 0 komentar
" Ngomongnya ngga bisa, ngerampasnya bisa lo, Raf ! " - Bagas

" Raf, tau nggak sesuatu yang paling mahal itu apa? Detik yang baru aja lewat. Kita nggak bakal bisa beli waktu itu lagi. " -Alex

" Untuk pertama kalinya gue naruh orang lain secara pasti dalam hati gue. Demi Alex gue mau ngerubah semuanya. Dia bukti paling indah kalo tobat itu bener-bener ada. Alex sumber inspirasi gue, Gas... " -Rafi

Ya, itu yang Alex cintai dari Rafi. Kejujuran yang nyaris tanpa pretensi. Hadir begitu saja dengan mentah. Kadang begitu menyebalkan karena kerap tidak sensitif. Tapi juga menyuburkan kangen yang membuatnya tidak berkutik. Juga segala kebrengsekan yang diakui Rafi berikut niatnya untuk menjadi lebih baik.

Alex tidak butuh yang terbaik. Atau orang yang bersolek sendiri untuk lantas tampil jadi yang terbaik. Dia perlu orang yang mau tumbuh menjadi lebih baik.

" Gas, jodoh nggak jodoh itu bukan urusan kita. Kalo nggak jodoh, mau dipaksa juga nggak bakal jadi. Tapi yang penting orang harus berani memilih dulu. Baru dia tahu jodoh apa bukan..." -Mama Bagas

" Males? Kalo males berarti skripsinya makin lama, terus nikahnya nunggu aku pulang dari Belanda? " -Rafi

Mencari pembenaran dari kata orang, kalau mau menikah memang suka banyak sekali cobaan.

" Kamu harus tanggung jawab. Kalo kamu memang laki-laki, kamu harus tanggung jawab." -Shinta

" Ayo Gas. Lo harus ngomong. Sampe kapan dia harus nunggu Gas? " -Bagas

Satu yang Bagas tidak tahu adalah Alex menunggui semua momen-momen itu. Semua. Meski ada ganjalan bernama Rafi di relung terdalamnya, Alex mencoba membuka segala kemungkinan untuk Bagas. Walau sudah lumayan lelah dia menanti ada yang pasti.

" Pesen ayah, Rafi, Bagas, cuma butuh satu hal: kejelasan. Kejelasan dari kamu. Kayak apa pahitnya, mereka pasti terima. Asal kamu jelas... " -Ayah Alex

" Aku pikir tadinya aku bisa maafin kamu Raf... Nggak fair nge judge orang gara-gara masa lalunya " -Alex

" Itu dia masalahnya Gas! Aku nggak pernah bener-bener tahu! Aku nunggu Gas. Tapi akhirnya aku sadar satu hal... Kamu nggak sesayang itu sama aku... Ya, buktinya untuk ngomong aja kamu nggak berani. Berarti kamu nggak yakin, Gas... Kamu milih nikmatin rasa itu sendiri... Egois, Gas... Egois namanya... " -Alex

" Gue yang masih kejebak di ego sendiri... Sampe nggak tau sebenernya gue sayang banget atau cuma obsesi sama kamu, Lex... " -Bagas

" Kalo kamu satu saat punya rasa sayang lagi sama orang lain... Bilang aja ya, Gas... Bilang... Jangan takut... Jangan sampe dia nggak tahu, kalo ada orang yang luar biasa, sayang sama dia... " -Alex

" Lo harus tau gimana rasanya sayang dan disayang sama orang lain... Gimana rasanya punya sumber inspirasi sendiri... Gimana rasanya punya Alexandria sendiri... " -Rafi


Jumat, 10 Januari 2014
sama seperti Alex, aku ngga pernah bener-bener tahu, kecuali kalo kamu ngomong
 

Stroberi Note's Template by Ipietoon Blogger Template | Gift Idea